Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM telah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi Magang Berdampak pada Kamis, 9 April 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan aktivitas mahasiswa di berbagai instansi mitra sekaligus mengidentifikasi capaian serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bulan April, secara umum mahasiswa menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pelaksanaan magang. Mayoritas mahasiswa telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan operasional maupun administratif di instansi mitra. Aktivitas yang dilakukan semakin beragam, mulai dari pengelolaan data, kegiatan administrasi, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti survei, monitoring distribusi, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Di beberapa instansi, mahasiswa telah berkontribusi dalam pengolahan data digital, penyusunan laporan, pengarsipan dokumen, serta penginputan data pada sistem perusahaan atau instansi. Selain itu, terdapat pula mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan lapangan seperti monitoring program bantuan, survei komoditas, serta pendampingan kegiatan operasional di sektor pertanian dan pemasaran.
Pada sektor kreatif dan digital, mahasiswa yang ditempatkan di perusahaan berbasis pemasaran juga mulai intensif dalam pembuatan konten, termasuk proses quality control (QC), revisi konten, serta koordinasi lintas divisi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mahasiswa dalam aspek komunikasi digital dan kerja tim.
Namun demikian, monitoring dan evaluasi bulan April juga mengidentifikasi beberapa kendala yang masih dihadapi mahasiswa. Salah satu tantangan utama adalah belum optimalnya penyusunan laporan Magang Berdampak (MBKM), meskipun sebagian besar mahasiswa telah menyelesaikan logbook kegiatan. Selain itu, beberapa mahasiswa masih dalam tahap penentuan judul Kerja Lapangan (KL) dan penyesuaian topik dengan aktivitas yang dijalankan di lapangan.
Kendala lain yang muncul antara lain keterbatasan pendanaan program di beberapa tempat magang, ketidaksesuaian antara mata kuliah konversi dengan bidang kerja, serta variasi beban kerja yang tidak merata. Pada beberapa kasus, mahasiswa juga menghadapi tantangan teknis seperti keterbatasan resource dalam pembuatan konten, kendala sistem atau aplikasi, hingga faktor lingkungan kerja.
Meskipun demikian, secara keseluruhan pelaksanaan Magang Berdampak pada bulan April berjalan dengan baik. Mahasiswa mampu beradaptasi dan menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam aktivitas profesional di instansi mitra. Ke depan, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus pada penyusunan laporan akhir serta memastikan keselarasan antara kegiatan magang dengan capaian pembelajaran yang ditargetkan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan program Magang Berdampak, sekaligus sebagai sarana evaluasi berkelanjutan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing dalam mendukung keberhasilan program.
Kegiatan monitoring dan evaluasi Magang Berdampak ini selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur.