Yogyakarta, 5 November 2025 – Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM telah melaksanakan kuliah tamu Mata Kuliah Ekonomi Pertanian. Kuliah ni mengusung tema “Sustainable Value Chains Concept in Agriculture” dengan narasumber Dr. Adhitya Marendra Kiloes, Peneliti Pasca Doktoral, The University of Queensland.
Dalam kuliahnya, Dr. Adhitya menekankan pentingnya integrasi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan atau dikenal sebagai prinsip “triple bottom line” sebagai strategi mewujudkan rantai nilai berkelanjutan dalam sektor pertanian. Mahasiswa diajak memahami cara mengelola sistem rantai nilai pertanian secara efisien dan inklusif melalui inovasi, kemitraan publik-swasta serta penggunaan teknologi untuk memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha,masyarakat dan lingkungan serta mewujudkan pertanian yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.
“Agricultural value chain development is not just about efficiency, it is about empowerment, inclusion, and sustainability”
Dr. Adhitya juga menjelaskan masih banyak tantangan dalam membangun rantai nilai berkelanjutan di Indonesia,seperti volatilitas harga pasar, akses pembiayaan dan teknologi terbatas, kerugian pasca panen, degradasi lingkungan, serta lemahnya koordinasi kelembagaan. Perlu dilakukan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas petani, dan dukungan kebijakan dalam praktik pertanian sirkular dan berkelanjutan.
Kuliah tamu ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) 2025 dari Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI), yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis isu-isu aktual pembangunan dan memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan sistem pertanian dan pengembangan agribisnis yang lebih inklusif, efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu: SDG 2: Zero Hunger – mendukung sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan; SDG 8: Decent Work and Economic Growth – memperkuat ekonomi pedesaan melalui rantai nilai inklusif; SDG 12: Responsible Consumption and Production – mendorong efisiensi dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan; SDG 13: Climate Action – mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui praktik pertanian berkelanjutan.
Penulis: Aprilia Dwi Hastuti
Admin Situs Web Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM