Yogyakarta, 26 Agustus 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Ghiffari Putra Agoeng, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Fakultas Pertanian UGM, berhasil meraih peringkat pertama dalam ajang Business Plan Competition (BPC) pada Jambore Koperasi Nasional (Jamkopnas) 2025.
Ghiffari tampil sebagai ketua tim dalam lomba tersebut, mewakili Koperasi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Kopma UGM). Tim ini mengusung inovasi bertajuk “Parisa: Processor of Natural and Renewable Liter Scented Accelerator“, sebuah alat pengolah limbah sisa makanan yang mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos secara efisien melalui proses dekomposisi berbasis teknologi terintegrasi.
Parisa hadir sebagai solusi konkret terhadap persoalan limbah makanan yang kian meningkat, terutama di kawasan urban dan lingkungan kampus. Teknologi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mengelola limbah secara mandiri dan berkelanjutan.
Inovasi ini selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain: SDG 2 – Zero Hunger: Dengan meningkatkan ketersediaan pupuk kompos yang ramah lingkungan, Parisa mendukung pertanian berkelanjutan. SDG 12 – Responsible Consumption and Production: Mengurangi limbah makanan dan mendorong praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan. SDG 13 – Climate Action: Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengolahan limbah organik yang efisien dan terkontrol. SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure: Menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang aplikatif di masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan nyata di masyarakat. Ghiffari dan tim berharap, ke depan Parisa dapat dikembangkan secara lebih luas dan diterapkan di berbagai lingkungan, baik kampus, komunitas, hingga skala industri rumah tangga. Tak hanya menjadi alat, Parisa diharapkan menjadi gerakan perubahan menuju ekosistem yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.
Penulis: Aprilia Dwi Hastuti
Admin Situs Web Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Fakultas Pertanian, UGM