Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, terus berupaya memperkaya wawasan mahasiswa terhadap perkembangan terkini di sektor agribisnis melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Manajemen dan Ekonomi Pertanian. Mahasiswa EPA memperoleh kesempatan untuk mempelajari peran digital marketing dalam pengembangan urban farming di Indonesia melalui sesi kuliah tamu yang menghadirkan Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., M.AB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi EPA dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan dinamika dunia pertanian dan agribisnis modern. Seiring berkembangnya teknologi digital, kemampuan memahami strategi pemasaran berbasis platform digital menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh calon agripreneur maupun praktisi agribisnis masa depan.
Dalam pemaparannya, Dr. Tedy menjelaskan bahwa digital marketing memiliki peran penting dalam memperkuat pengembangan urban farming, terutama dalam meningkatkan akses pasar dan memperluas jangkauan konsumen. Pemanfaatan berbagai platform digital memungkinkan produk pertanian perkotaan dipasarkan secara lebih efektif sekaligus memperpendek rantai distribusi yang selama ini menjadi tantangan dalam pemasaran produk pertanian.

Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan produksi, promosi, dan pemasaran. Melalui pendekatan tersebut, urban farming tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan perkotaan, tetapi juga berpotensi menjadi model bisnis yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi pelakunya.
Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa keberhasilan pengembangan urban farming berbasis digital memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem agribisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa EPA memperoleh gambaran mengenai implementasi konsep manajemen dan ekonomi pertanian dalam konteks nyata. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai peluang inovasi agribisnis yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penyelenggaraan kuliah tamu ini mencerminkan komitmen Prodi EPA UGM dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memahami teori ekonomi pertanian dan agribisnis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika pasar yang terus berubah. Wawasan mengenai digital marketing dan urban farming diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan solusi agribisnis yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pangan perkotaan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan agribisnis berbasis digital, serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui pengembangan praktik urban farming yang berkontribusi pada keberlanjutan kawasan perkotaan.