Yogyakarta, 3 Oktober 2025 – Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam menyelenggarakan kelas internasional sebagai upaya memperkuat kapasitas mahasiswa menghadapi tantangan global. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Program AIMS (Asian-International Mobility for Students) yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan international exposure melalui kolaborasi lintas negara.
Pada semester ini, mahasiswa Prodi EPA berkesempatan untuk belajar bersama mahasiswa asing dari Jepang dan Vietnam dalam mata kuliah Manajemen Agribisnis yang diampu oleh Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc.. Mahasiswa internasional yang berpartisipasi berasal dari Tokyo University of Agriculture and Technology dan Ibaraki University (Jepang), serta Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry (Vietnam).
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan Case-Based Learning (CBL) dan Student-Centered Learning (SCL), yang mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi, berpikir kritis, serta mampu menganalisis kasus nyata. Studi kasus yang diangkat mencerminkan praktik manajemen agribisnis di negara asal masing-masing mahasiswa, sehingga membuka wawasan baru mengenai dinamika sektor agribisnis di kawasan Asia.
Mahasiswa dibagi dalam kelompok multinasional untuk memfasilitasi interaksi lintas budaya serta meningkatkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan problem solving. Kelas berlangsung secara dinamis, kaya dengan pertukaran ide, dan memberikan banyak insight berharga mengenai perkembangan agribisnis di Indonesia, Jepang, dan Vietnam.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, dengan menyediakan pengalaman belajar internasional yang inklusif dan berorientasi global. SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi akademik antar universitas di kawasan Asia.
Ke depan, Program Studi EPA berharap kegiatan kelas internasional ini dapat terus diperluas melalui jaringan kerja sama yang lebih luas dengan universitas mitra di berbagai negara. Dengan demikian, mahasiswa EPA tidak hanya menjadi lulusan yang unggul dalam bidang agribisnis, tetapi juga memiliki perspektif global, sensitif terhadap isu keberlanjutan, dan siap berkontribusi dalam pengembangan sistem pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Penulis: Aprilia Dwi Hastuti
Admin Situs Web Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Fakultas Pertanian, UGM